Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

01 March 2009

'Andi'...sombong kah mereka?

Assalamualaikum...
Setelah sekian lama mencari bahan tulisan yang menarik...akhirnya saya mendapatkan sebuah topik yang cukup menggelitik...
pasti teman-teman semua pernah mendengar nama-nama orang yang dimulai dengan kata 'Andi' atau biasanya disingkat 'A'...khususnya teman2 yang berdomisili di daerah Sulawesi Selatan...

'Andi' adalah gelar yang diberikan kepada keturunan-keturunan raja di daerah sulawesi selatan khususnya Bugis-Makassar...sebenarnya pada zaman modern ini...gelar tersebut tidak terlalu banyak memberikan pengaruh yang signifikan...tetapi yang ingin saya ungkap disini bukan mengenai pengaruh sosial dari gelar Andi tersebut...melainkan pengaruh pribadi yang mungkin diwariskan turun-temurun oleh raja-raja ataupun keluarga raja terdahulu...
saya memiliki beberapa orang teman, sahabat maupun keluarga yang memiliki gelar Andi...
setelah melakukan pengamatn..atau tidak sengaja melakukan pengamatan...
setiap kali saya bersama dengan mereka kemudian menyantap makanan dengan mereka...3 dari 4 orang..memiliki kebiasaan menyisakan makanan...bagi saya ini merupakan hal yang cukup aneh...karena ketika saya berjalan dengan teman yang lain..kebiasaan ini sangat jarang saya temukan..mungkin hanya 1 dari 4 orang...hal inilah yang kemudian menggelitik saya untuk lebih jauh mengamati dan menemukan alasan munculnya kebiasaan yang disengaja maupun yang tidak disengaja...

ternyata..dari pencarian saya hingga saat ini...
saya menemukan bahwa dulunya...
para Raja dan keluarga2 raja memang seringkali menyisakan makanan...
alasannya juga masih belum jelas, tetapi ada yang mengatakan bahwa ini merupakan simbolitas kekuasaan mereka...kemudian diinterpretasikan oleh sebagian rakyat dahulu sebagai simbolitas kesombongan pihak2 kerajaan...

Jadi ternyata kebiasaan menyisakan makanan oleh para Raja dan Keluarga Raja telah ada sejak zaman bahola...hal ini mungkin yang kemudian manjadi kepribadian yang menurun...
tetapi cukup berbahaya jika kepribadian ini dianggap sebagai sebuah kesombongan...dan sepertinya memang cukup tepat jika diinterpretasikan seperti itu, mengingat sulitnya orang mencari makan...tetapi hal ini juga masih menjadi kesimpulan sementara penulis...hingga ditemukan bukti2 lebih lanjut...apapun itu,,siapapun itu...kebiasaan menyisakan makanan tidaklah baik..oleh karena itu..makanlah atau ambillah secukupnya..dan selesaikan lah makanan tanpa menyisakan,,,ok???

warning!!!
hati-hati....tulisan ini dibuat tanpa ada maksud sedikitpun untuk menyinggung atau membuat masalah pada keturunan-keturunan raja yang masih eksis hingga sekarang...tapi kalau ada yang tersinggung..mungkin lebih baik...melihat kebiasaan ini memang kurang baik...
mohon maaf kepada semua keturunan raja,,,sebenarnya penulis mungkin cuma cemburu karena bukan meruapakan salah satu dari mereka...hehehe...

2 comments:

Muhammad Haekal said...

Boleh sa bantu meneliti...??

Jeli mu liat bgituan...

_NimbUs_ said...

mungkin benar......
contoh konkrit : andi inggi maesatana..
haha....
tu anak bukannya suka menyisakan makanan, tapi mmg tidak pernah tidak menyisakan makanan...

tapi ada juga : andi widya roswita...
yang kalo makan tidak pernah atau mungkin jarang bersisa...

andi ipaljri juga....

klo andi desty kadang bersisa kadang tidak....

artinya secara statistik (dari 4 orang sampel di kelas qta),
hanya sekitar 30-40% opini penulis sesuai dengan realita..


hahahahaha